Selasa, 28 Juli 2009

“REMEMBER ME”

Suasana pagi terulang setiap hari. Pagi yang terkadang membutku sifa malas untuk membuka kedua matanya. Langkah kaki sifa tak beraturan melangkah menuju pintu kamar mandi. Sekitar 30 menit sifa menghabiskan waktunya di kamar mandi. Setelah selesai mandi sifa bersiap siap untuk pergi ke sekolah.tanpa sempat sarapan sifa bergegas pergi menuju sekolah dengan menggunakan sepeda motor kesayangnnya.
Suasana sekolah masih terlihat sepi,sifa terkejut ketika ia sedang memparkirkan motornya.
“BRUG………”
Suara itu terdengar begitu keras. sifa menoleh ke asal di mana suara itu datang.ternyata tepat 3 meter dari tempat sifa memparkirkan motor terlihat idan sedang kesusahan mengangkat motornya yang terjatuh mengenai kaki idan.
“idan……”
Sifa berlari ke arah idan,sifa berusaha menolong idan .
“makasih ya !”
“sama sama ,kamu ga apa apa?kenapa motornya bisa jatuh menimpa kaki kamu?”
“aduh……”
“kenapa ?ya ampun kaki kamu berdarah ,sekarang lebih baik aku beli dulu obat merah ya!kamu tunggu aku disini!”
Sifa berlari untuk menemui idan kembali,tapi di tempat parkir tak ada seorang pun disana.
Lima hari setelah kejadian itu sifa tak pernah lagi melihat idan. Walaupun mereka tidak satu kelas ,tapi sifa sangat mengenal sosok idan,mereka berdua pernah menjadi satu kelompok ketika menyelesaikan tugas karya tulis.selam lima hari ini sifa berusaha mencari idan. Sepertinya sifa khawatir dengan keadaan idan.
“woi…”
“duh apaan she wi,kaget tau!”
“sorry deh,lagian diliat liat dari tadi kamu bengong mulu,emang kenapa fa?lagi mikirin lucky ya?”
“tiwi…tiwi..kapan seh kamu bakalan ga ngomongin lucky?aku sama lucky tuh Cuma temen doang ko!”
“percaya !kamu mu ikut ga ke pesta ultah risa?”
“gimana ya?aku belum punya pasangan buat pergi ke pesta ultah risa.”
“ya ampun,tenang fa !ntar aku cariin deh!”
“makasih,tapi ga usah wi,biar aku nyari sendiri aja”
Sifa terus memikirkan siapa orang yang tepat untuk ia ajak ke pesta itu,tapi kenapa beberapa hari ini sifa lebih banyak memikirkan idan.
“siapa ya yang bakalan aku ajak ke pesta minggu depan?”
“ga ,masa aku ngajak idan,aku kan ga terlalu deket sama idan,tengsin dong kalo tiba tiba aku ngajak idan.”
Pagi ini memang sial banget buat sifa. Di tengah perjaanan motor sifa tiba tiba mogok. Untungnya tempat motornya mogok ga jauh dari bengkel. Dengan terpksa sifa harus menyimpan motornya di bengkel. Ketika sifa sedang berjalan untuk mencari bis kota,dari belakang sifa mendengar suara yang memanggilnya.
“sifa…………!”
“idan!”
“kenapa kamu jalan kaki?”
“duh dan ceritanya panjang,mendingan sekarang aku nebeng kamu ya?boleh kan?”
“ya sudah cepat naik!”
“memangnya motor kamu kemana?”
“tadi motor aku mogok,ya terpaksa aku taro dulu di bengkel.”
“fa,makasih ya waktu itu”
“makasih buat apa ya?”
“waktu kamu tolongin aku,pas motor aku ……”
“ooohh…sama sama,sekarang masih sakit ga ?”
“udah ga ko!”
“Berkat idan yang datang tepat pada waktunya akhirnya sifa datang ke sekolah tepat waktu.”
Malam ini sifa sibuk dengan tugas tugas yang harus ia kerjakan.
“kring kring……”
“siapa sih malem malem gini nelpon,paling juga tiwi yang nanyain tugas”
“nomor siapa ya?”
“hallo!”
“sifa ya?”
“iya .ini sama siapa ya?”
“maaf ya fa aku ganggu!”
“ga apa apa ko!ini siapa ya?”
“idan.”
“idan!ada apa ya dan malam-malam begini kamu nelpon aku?tumben nih!”
“fa,kamu di undang ga ke pesta ultah risa?”
“di undang, emang kenapa?”
“kalau kamu ga keberatan gimana kalau kamu pergi ke pesta sama aku,tapi kalau kamu udah punya temen buat pergi ke pesta juga ga apa apa ko fa!”
“duh…pelan pelan dikit napa ya?”
“sorry.”
“ga apa-apa ko!,gimana ya, aku juga belum tahu mu pergi sama siapa sih! Jadi, aku terima deh ajakan kamu buat pergi ke pesta.”
“makasih ya . ya sudah kalau gitu,nanti aku jemput kamu di depan taman deket sekolah ya!”
“oke.”
“dah”
“bye”
Sifa benar benar ga pernah menyangka kalau idan bakalan ngajakin buat pergi bareng ke acara ultah risa.
Malam yang di tunggu akhirnya datang juga.sifa bersiap siap untuk pergi ke acara ultah risa,sifa pergi ke taman untuk menemui idan.jam di tangannya sudah menunjukan jam 19.00 tapi idan belum terlihat ataupun mengabari sifa. Sifa mencoba untuk menghubungi idan tapi tak ada satupun yang menjawab teleponnya.
“kenapa idan belum juga datang ya?”
Sifa mencoba untuk menghubungi idan,ada seseorang yang menjawab. Tapi suaranya bukan idan.
“hallo”
“ini dengan siapa ya,bisa bicara sama idan?”
“ooo… ini sifa ya?ini kiki sepupu idan,fa idan sekarang ada di rumah sakit .” “apa?sekarang idan ada di rumah sakit mana ?”
“RS.Harapan”
Sifa bergegas pergi ke rumah sakit. Sifa merasa bersalah dengan apa yang terjadi pada idan.
“idan……”
“sifa ya?”
“iya mas!”
“saya kiki,sepupu idan.”idan udah ga bisa ditolong lagi fa.”
“ga mungkin!”
“kamu harus sabar ya fa”
“idan……”
“maafin sifa ya mas,gara gara idan mau jemput Sifa dia jadi ……”
“ini bukan salah kamu ko fa,idan memang punya penyakit yang sudah lama dia derita,o iya idan menitipkan ini untuk kamu,dia bilang kalau dia sudah pergi untuk selamanya aku disuruh untuk memberikan ini pada kamu.”
“surat”
Sifa membaca surat pemberian idan dengan meneteskan air mata.


Sifa cahaya hatiku……
Sifa,aku takut tak mampu katakana ini padamu
Aku takut bila aku tak sempat menyampaikan semua isi hatiku padamu
Aku sayang sama kamu sejak kita satu kelompok untuk menyelesaikan karya tulis itu . kamu masih ingat tidak kamu menumpahkan minuman ke kertas sumber untuk karya tulis fa?kamu nangis karena takut ga mampu menyelesaikan karya tulis itu.tapi aku berusaha untuk mencari sumber lain.
Sifa,Maaf karena aku menyembunyikan semua itu dari kamu,aku sebenarnya sakit kanker otak fa,dan umurku tinggal menghitung jari saja.keinginan terbesarku adalah kamu.
Sifa aku punya permintaan ,setelah aku mati nanti.berjanjilah you always”REMEMBER ME”.Idan (res)







Oleh : Resti Yustiani

Tidak ada komentar:

Posting Komentar