Kisah hidup seorang wanita yang terkadang membuat semua orang bingung dan tak mengerti harus berbuat apa untuk menyelesaikan sebuah masalah yang sebenarnya terlihat teamat kecil,namun saja akan terasa begitu rumit saat kita terjun langsung untuk mencoba menyelesaikannya.Namaku khairunisa al syaharani aku sering dipanggil dengan sebutan nisa,aku baru saja lulus dari sebuah universitas swasta jurusan ekonomi di salah satu universitas di kota bandung di mana aku di lahirkan.Umurku saja baru 22 tahun.Aku menyelesaikan kuliahku memang lebih cepat dari semua teman seangkatanku.Aku selalu mendapat ipk lebih dari 3 atau bahkan ipk 4 pun sering sekali aku dapat.Setelah lulus ini aku memang punya banyak rencana untuk mengisi kehidupanku selain aku harus mencari pekerjaan aku juga harus memikirkan masalah hubunganku dengan satu pria yang telah aku jalani selama 5 tahun.Aku memang bisa dibilang seorang wanita yang sangat setia.Dalam kamus cintaku aku akan selalu berusaha mempertahankan cinta yang aku yakini.Pria yang menjadi pacarku selama 5 tahun ini adalah seorang pria yang usianya sebaya dengan aku.Pria itu bernama Hendro Gusti Pratama.Hendro anak pertama dari 3 bersaudara.Walaupun usia kita sebaya namun saat kita keluar dari sma hendro lebih memilih untuk bekerja .Dia selalu berkata padaku setelah ayahnya meninggal ketika ia akan menghadapi ujian nasional membuat hendro harus memilih suatu keputusan yang teramat berat dalam hidupnya.Ia harus melepaskan angan angan nya menjadi seorang sarjana hukum.Di Bandung hendro tinggal sendiri,ibu dan adiknya tinggal di Solo.Dia sangat mengerti akan keadanya .Saat ini hendro bekerja di salah satu tempat hiburan malam di kota bandung.Disana dia bekerja sebagai seorang DJ.Kegemaran musik hendro membawa dia sebagai seorang Dj. Pagi hari Hendro juga mengisi waktunya dengan bekerja sebagai penyiar radio di salah satu radio di kota Bandung.waktu bertemu kami pun relative hanya seminggu sekali ,hari sabtu sore biasanya kami menyempatkan bertemu walaupun hanya berjalan jalan mengitari kota saja.Kesibukan kami membuat hubungan aku dan Hendro malah terasa semakin harmonis.Kedewasaan Hendro membuatku semangat. Ketika aku masih kuliah pun Hendro selalu menyemangati aku untuk terus berjuang mencapai apa yang aku impikan.Aku selalu berpikir kalau apa yang aku lakukan akan selalu membahagiakan untuk Hendro.Suatu waktu aku mengajak Hendro untuk pergi ke salah satu pembukaan kafe di dekat kampusku.Hari itu hari sabtu sekitar pukul 2 siang aku dan Hendro pergi dengan mengendarai sepeda motor milik Hendro.Selama di perjalanan aku hanya bisa diam saja ,aku tak berani untuk memulai suatu pembicaran bila Hendro sedang mengendarai sepeda motornya.30 menit perjalanan kita akhirnya aku dan Hendro sampai di kafe Ceria.Di sana aku dan Hendro langsung di sambut oleh pelayan kafe yang langsung menyuruh kami untuk duduk di kursi yang letaknya ada di lantai 2 dan tepat disebelah jendela yang menghadap ke keramaian kota.Diatas meja yang kita duduki ada sebuah nomor yang bertuliskan nomor 31.Angka itu mengingatkan aku pada tanggal 31 dimana Hendro pertama kali menyatakan perasaan cintanya padaku.Ketika aku sedang memikirkan angka 31 tiba tiba Hendro mengagetkanku,dia bertanya padaku aku mau pesan apa.Kebetulan hari itu aku tak memesan makanan yang selalu aku pesan bila aku pergi kencan dengan Hendro, hari itu aku ingin sekali mencicipi steak yang menjadi makanan utama di kafe itu.Hendro bertanya agak sedikit heran ,dia heran kenapa aku memesan steak padahal biasanya makanan yang selalu aku pesan adalah nasi goreng dengan sedikit kecap.Makanan pun datang 30 menit setelah aku memesannya.Nasi goreng special dan secangkir kopi jahe untuk Hendro ,steak dan jus mangga untuk aku.Kami pun langsung melahap makanan yang ada di depan wajah kami itu.Ketika aku dan hendro sedang menyantap makanan hidangan itu kami terkagetkan dengan seorang pria yang sedang melamar seorang wanita.Mereka tepat duduk di sebelah meja yang aku dan hendro duduki .Pria berkemaja merah itu tampak yakin melamar pasanganya dengan sebuah cincin yang di letakan di sebuah kotak merah berbentuk hati.Aku begitu terkejut lagi ketika melihat wanita itu tersenyam bahagia dan berkata “ya”.Kejadian itu menyadarkan aku tentang kapastian hubunganku dan Hendro yang sudah 5 tahun ini.Spontan aku berkata.
”Kapan kamu mau melamar aku seperti itu Hen?”beberapa menit setelah aku berkata itu aku baru tersadar kalau Hendro terlihat diam tanpa sedikit kata yang keluar dari bibirnya.
setelah selesai makan aku dan Hendropun pulang.Hendro mengantarku pulang dan dia harus cepat untuk bekerja lagi.
Rencananya hari senin aku akan mulai melamar pekerjaan di perusahaan perusahaan yang ada di kota Bandung.Hari minggu ini aku begitu sibuk menyiapkan lamaran pekerjaan yang akan aku bawa besok pagi.Tiba-tiba aku teringat Hendro,aku tak pikir panjang untuk menghubungi Hendro dan mengatakan rencanaku untuk melamar pekerjaan besok pagi.2 kali aku coba hubungi hp Hendro namun kenapa teleponku tak kunjung Hendro terima akhirnya aku memutuskan untuk mengirim sebuah pesan singkat yang berisikan bahwa aku akan mulai melamar pekerjaan senin pagi.Ketika aku sedang mengetik untuk menyiapkan surat lamaran pekerjaan tiba tiba suara hpku berbunyi .Hendro?aku kaget melihat kalau yang meneleponku itu hendro.hendro menanyakan rencanaku itu,tapi bukannya aku menjawab apa yang hendro tanyakan aku malah membuat sebuah pertanyaan baru untuk hendro
”Kenapa tadi teleponku tidak kamu angkat?”
“Oh itu toh (hendro dengan tenangnya berkata seperti itu)
Aneh dia seperti tidak merasa sedikitpunn bersalah padaku.
”Tadi aku lagi makan di bawah,trus hpku aku taruh di kamar,tadi aku melihat ada 2 panggilan tidak terjawab ternyata dari kamu Nisa,ya langsung saja aku menghubungi kamu,jelas Hendro padaku”.
Hendro menasihati aku agar aku selalu bersemangat mengahadapi kehidupan ini.Hendro memang sangat dewasa.
Aku mulai untuk tidur tiba tiba hpku berbunyi ,Hendro yang menelopnku.Dia mengingatkanku untuk tidak tidur terlalu larut dan dia juga mengingatkannku untuk menyiapkan apa yang akan aku bawa besok .
Matahari membangunkanku,cahayanya yang langsung menyinari jendela kamarku membuat aku terbangun.Wah ternyata jam sudah menunjukan jam 6 pagi.Aku lihat hpku ternyata ada 3 panggilan tidak terjawab dan sebuah pesan singkat.ternyata Hendro.mungkin hendro berniat untuk membangunkanku sebelum dia pergi siaran pagi.Aku buka pesan singkat dari Hendro,ternyata kalimat penyemangat dia kirimkan padaku.
“Hai Nisa!”
“Semangat ya!!!”
“Ini hari pertama dalam hidupmu untuk memulai semuanya”
“Yang selalu mendukungmu”
“Hendro “
Setelah selesai aku membaca pesan singkat dari Hendro ,aku tak lupa untuk membalasnya dengan berisikan
“Terimakasih kamu begitu berarti untuk mengisi setiap hariku,Nisa.”
Hari ini aku mengenakan kemeja putih dan menggunakan rok hitam yang panjangnya tepat berada di lutut.Aku memulai hariku dengan sarapan dengan semua anggota keluargaku,Ayah,Ibu dan seorang Adik laki laki ku.Aku pergi dengan menaiki mobil Ayahku yang akan bekerja.Adikku juga selalu pergi ke sekolah di antar olehAyahku.Pagi itu aku di antar hanya sampai halte bis di depan komplek rumahku.Aku melanjutkan perjalanan dengan menggunakan bis jurusan alun alun-cibiru.Kebetulan jurusan itu melewati pusat kota Bandung.Setelah kira kira 40 menit perjalanan bis dari halte rumahku yang berada di jalan kosambi, aku turun tepat di alun alun kota Bandung.Setiap perusahaan yang aku lewati tak pernah bosannya aku selalu menyimpan surat lamaran kerjaku di setiap perusahaan itu.Aku selalu berharap kalau diantara semau lamaran kerjaku akan ada atu saja yang di terima .Jam di tanganku menunjukan jam 11.45 ,memang tak terasa aku sudah berjalan begitu lama perutku pun sudah terasa begitu lapar,akupun memutuskan untuk makan di salah satu tempat makan di pinggiran jalan di dekat alun alun kota Bandung.
Setibanya di rumah aku melihat ibuku sedang asik menyiapkan hidangan makan sore.Ya memang di rumahku tidak pernah ada istilah makan siang hanya ada makan pagi,sore dan malam.Jam di ruang makan menunjukan jam 2.15 aku cepat berganti pakaian dan cepat membantu Ibuku yang terlihat kerepotan menyiapkan makanan.Ketika aku menghampiri Ibuku tiba tiba Ibuku berkata.
”Nis bagaimana perjalananya?”
Aku menahan nafas dan langsung menjawab.
”Ya begitulah Bu jawabku”,
”Begitulah apa ?tambah Ibu”,
Aku hanya diam dan berkata.
”Ya, aku tadi baru menyimpan lamaran di setiap perusahaan dan aku sekarang tinggal nunggu panggilan untuk interview Bu”.
Pembicaraan aku dan Ibu terhenti dengan suara Adiku yang berlari menuju tempat makan.
”Hai semua,adiku menyapa “,
”Sudahlah jangan basa basi pasti kamu mau cepat cepat makan kan?ungkapku dengan penuh tawa”
”Ganti pakaian dulu bimo,suruh ibu dengan lembut”.
15 menit setelah Bimo adiku datang dari sekolah Ayahku pun datang dari kantor tempat ia bekerja.Kemeja putih ayah tampak sedikit kusut dasinya pun sudah terlihat tak serapih waktu tadi pagi.
”Kenapa dengan ayah?tanyaku dalam hati”.
kami sekeluarga makan dengan lahapnya.Dalam suasana makan malam kami pun terkadang membicarakan hal hal ringan yang membuat kami sedikit tertawa kecil.
Aku melihat Ayah duduk di beranda rumah sendiri ,wajah Ayah yang biasanya riang bahagia hari ini memang terlihat sedikit berbeda,aku pun memberanikan untuk menghampiri Ayah.
”Hai Ayah?sapaku”,”tumben malam malam Ayah diam di beranda kenapa yah?tanyaku dengan nada sedikit aku rendahkan”.
Ayah terlihat beberapa saat terdiam.
”Tidak ada apa-apa ko Nis,Ayah meyakinkanku”,
“Yah,tadi aku baru saja melamar pekerjaan di semua perusahaan yang ada di kota bandung,bagaimana pendapat Ayah?”
“Kenapa kamu tidak meminta pertolongan ayah saja Nis?Ayah kan bisa membantu kamu untuk bekerja di perusahaan dimana Ayah bekerja!”
“Terimakasih Ayah!tapi saat ini nisa ingin mencari pekerjaan sendiri,Nisa ingin mandiri.”
“Ya sudahlah,tapi kalau kamu berubah pikiran jangan sungkan untuk mengatakannya pada Ayah!”
“Siip boss,makasih ya Yah,Ayah memang yang terbaik buat Nisa.”
”Ya sudah kalau begitu Nisa ke kamar dulu ya Ayah jawabku dengan pelan”.
Keesokan harinya aku merasa tidak punya pekerjaan apapun.bangun pagi aku langsung menyirami semua tanaman di halaman belakang rumahku.Pagi ini aku berencana untuk membantu Ibuku memasak di rumah.aku menghampiri Ibu yang sedang duduk di teras depan.
”Bu hari ini boleh tidak Nisa membantu Ibu menyiapkan makanan ?”,
”boleh saja Nis,jawab Ibu”,”tapi ibu belum membeli sayuran dan daging yang akan di masak bagaimana kalau kamu saja yang membeli ke pasar swalayan Nis?pinta ibu”,
“Baiklah,mana daftar belanjaannya bu?”
“Nih Ibu sudah tulis di kertas ini.”
“Ya sudah aku pergi dulu,assalamualaikum.”
“Walaikum salam.”
Aku mengiyakan permintaan Ibu untuk berbelanja di swalayan yang jaraknya tak jauh dari rumahku.Aku mandi dan pergi ke swalayan dengan membawa kertas yang berisikan daftar belanjaan.Aku berjalan menyusuri jalanan komplek rumahku.Aku harus melawati dua blok untuk sampai ke swalayan tempat Ibuku biasanya berbelanja.Tiba di swalayan aku langsung membuka daftar belanjaan dan mulai mencari barang barang yang sengaja Ibu tulis untukku.Ibu selalu tahu kalau aku adalah orang yang sangat pelupa jangankan untuk menghapalkan tulisan yang begitu banyak untuk menghapal 3 kata saja aku biasanya tak pernah hapal.Aku membawa sebuah trolley belanja,setiap barang yang aku temukan aku langsung menyimpannya dalam trolley.Aku berputar putar mencari semua barang dalam daftar belanjaan,tiba tiba ada seseorang dari belakang tubuhku yang memanggil namaku “khairunisa”aku membalikan badanku perlahan untuk melihat siapa orang yang memanggilku.Wisnu!aku begitu terkejut melihat wisnu mantan pacarku yang penah menjadi seseorang yang berarti dalam hidupku,ketika aku belum mengenal Hendro.
”Hai Nisa !sapa Wisnu”,”masih ingat sama aku kan ?tanya Wisnu kembali”,
”Ya tentu ,aku tak akan cepat untuk melupakan seseorang dalam hidup aku,jawabku”
“Bagaimana kabarmu Nis?”
“Aku alhamdulilah baik,kalau kamu?”
“Alhamdulilah juga,aku baik.”
Tiba-tiba hpku berbunyi,Hendro!benar dugaanku ternyata Hendro yang menelepon aku ,secepat mungkin aku menjawab telepon dari Hendro.Setelah selesai menjawab telepon dari Hendro tiba tiba Wisnu menanyakan siapa yang meneleponku.Aku bingung harus menjawab apa ,aku tidak boleh tergoda oleh Wisnu yang menjadi mantan aku sewaktu aku belum mengenal Hendro,aku harus terus bisa mempertahankan hubunganku dengan Hendro yang telah aku bina selama 5 tahun ini.
”Pacar ya?tanya Wisnu”
Aku kaget begitu Wisnu kembali bertanya dengan sebuah kalimat singkat namun membingungkanku.
”Ya,jawabku pelahan”,
Wisnu kembali bertanya kepadaku tentang hubunganku dengan Hendro.dia menanyakan hal yang begitu membuatku tertsadar untuk yang kedua kalinya.
”Duh 5 tahun lama juga ya!berarti kamu sudah dilamar ya sama pacarmu itu?tanya Wisnu dengan sedikit tersenyum”
Aku bingung sampai saat ini hendro nmemang tidak pernah menyinggung hal seperti itu.
”Belum aku masih mau cari kerja dulu,jawabku.”
“Bagaimana kalau kamu bekerja di tempatku bekerja?kebetulan disana ada lowongan pekerjaan.”
Wisnu menawarkan sebuah pekerjaan di tempatnya bekerja,aku berpikir beberapa menit untuk memikirkan tawaran dari Wisnu.
”Terimakasih sebelumnya ,tapi untuk kali ini aku mau cari sendiri dulu,jawabku“,
”Tak apa,nanti kalau kamu berubah pikiran kamu hubungi saja aku,ungkap Wisnu”(Wisnu memberiku sebuah kartu nama).Boleh aku minta no hpmu Nis?
“Boleh(aku menuliskan no hpku di selembar kertas kecil)”
“Terimakasih Nis,nanti aku pasti menghubungi kamu”
Seminggu sudah aku menunggu datangnya panggilan untuk aku bekerja ,tapi belum ada satupun perusahaan yang memanggil aku untuk wawancara.Aku bosan terus berada di rumah .Aku teringat Hendro yang sudah beberapa hari ini belum juga menghubungi aku.Aku berinisiatif untuk mengirim sebuah pesan singkat yang menanyakan keadaannya.
“Hai hen!”
“Apa kabar?”
Beberapa menit kemudian hpku berbunyi,ternyata Hendro membalas pesanku.
“Aku baik baik saja”
“Kamu bagaimana?”
“Maaf beberapa hari ini aku tidak menghubungimu”
“Aku begitu sibuk “
“Nis,nanti malam kamu ada acara tidak?”
Apa maksud Hendro menanyakan itu,aku berpikir jangan jangan dia akan mengajakku makan malam dan melamarku malam ini.Tiba-tiba hal itu terus berada dalam pikiranku.Aku langsung membalas pesan dari hendro.
“Malam ini?”
“Kebetulan aku tidak ada acara apa apa”
“Memangnya ada apa?”
Tak lama Hendro membalas pesan dariku.
“baguslah!”
“malam ini aku akan mengajakmu makan malam”
“Kebetulan malam ini aku libur “
“Bagaimana?”
Aku semakin yakin kalau malam ini Hendro akan melamarku menjadi pendamping hidupnya.aku langsung membalas pesan dari Hendro.
“Dengan senang hati”
Aku begitu tak sabar menunggu nanti malam.aku persiapkan baju berwarna pink dengan celana panjang berwarna putih,aku benar benar merasa senang padahal aku belum tahu apa benar Hendro akan melamar aku malam ini?.Jam di kamarku sudah menunjukan jam 18 .35 tapi Hendro belum juga datang untuk menjemputku,padahal aku sudah siap dari setelah aku sholat maghrib tadi.Berulang kali aku membenarkan dandananku di depan cermin,tak jarang aku mengusap pipiku dengan pemerah pipi dan menyempot badanku dengan parfum yang belum lama ini Hendro berikan padaku.Bel rumahku berbunyi,aku berlari membuka pintu dan berharap pangeran akan datang untuk melamar putri.Aku buka pintu rumah dan memang benar sosok pria yang tepat berada di depan pintu adalah Hendro.Hendro tersenyum dan memuji kecantikan aku malam itu,aku tambah yakin kalau Hendro memang akan melamarku malam ini.
Kami pergi makan malam di kafe biasa kami pergi dari mulai pacaran sampai sekarang.tak terlalu mewah kafe gaul tempat nongkrong anak sekolah memang tempat yang cocok buat aku dan Hendro.Di sana aku memesan makana seperti biasa nasi goreng dan Hendro pun memesan makanan yang sama denganku.Namun aku dan Hendro punya selera yang berbeda kalau memesan minuman Hendro selalu memesan kopi jahe sedangkan aku selalu memesan jus mangga kesukaanku.Kita harus menunggu pesanan makanan lebih lama dari biasanya maklum saja malam minggu memang kafe ini selalu penuh di penuhi pasangan muda.Sebari menunggu makanan datang aku berharap Hendro akan memulai pembicaraan yang akan menjurus ke masalah lamaran.Hendro malah membidarakan tentang masalah aku yang sampai saat ini belum mendapat pekerjaan,Hendro menawarkan padaku untuk membantu aku mencari pekerjaan,tapi aku menolak dengan alasan akan merepotkan Hendro,walaupun Hendro memaksa tapi aku tidak tega untuk membebani hendro dengan masalahku.Karena aku tahu Hendro pun memiliki masalah yang teramat besar.30 menit kita menunggu pesanan makanan ,akhirnya pelayan datang dengan membawa pesanan aku dan Hendro.Kami makan tanpa ada obrolan ataupun suatu hal yang membuatku yakin kalau hendro akan melamarku,aku ragu akan semua hal yang asalnya begitu aku yakin.
“Hen,belakangan ini kamu sibuk ya?”
“Ooo…maaf ya Nis,aku lagi sibuk buat nyari topic untuk siaran minggu depan.”
“Memang minggu depan ada acara apa?”
“Minggu depan radio tempat aku kerja ulang tahun,jadi anak anak lagi nyusun acara yang seru buat kita masukin di siaran.”
“Oooo….”
“Nis kamu marah ya sama aku?”
“Gak ko”
Sampai akhirnya Hendro mengantarku pulang tak ada pembicaraan yang menjurus ke masalah lamaran yang begitu aku tunggu.
Aku terdiam di atas tempat tidur,memikirkan semua hal yang terjadi dalam hidupku.Aku yakin untuk menikah ,walaupun aku belum memiliki pekerjaan.Keinginan aku untuk membuat suatu keluarga kecil tak pernah terlintas dalam pikiran Hendro.hendro tak pernah sekalipun membicarakan masalah itu padaku.aku tertidur pulas keesokan harinya ibuku membangunkan aku dan mengatakan ada sebuah surat untuku.
“Surat?surat apa ya,aku heran dengan kedatangan surat untukku.
Aku pergi mandi sebelum aku turun saran dan melihat surat apa yang dikirim untuku.Aku menuruni tangga dengan sedikit penasaran.
Aku buka surat dengan amplop berwarna coklat tua itu ,aku baca perlahan begitu terkejutnya aku ketika aku membaca bahwa aku diterima bekerja di salah satu perusahaan Property sebagai bagian PR di sana.Aku sangat senang aku berlari ke sana kemari.Orang yang pertama aku kabari adalah Hendro.Aku mengirim sebuah pesan singkat pada Hendro
“Aku senang sekali hari ini.”
“Coba tebak kenapa?”
“Aku di terima bekerja”
“Tadi ada surat yang datang padaku dan memberitahukan kalau aku di terima bekerja,”
“Percaya tidak?aku diterima langsung tanpa wawancara terlebih dahulu”
Beberapa menit setelah aku mengirim pesan itu hp ku berbeunyi,Hendro membalas pesanku
“Selamat”
“Aku yakin kamu akan berhasil”
“Terus bersemangat dan berterimakasihlah pada Allah swt”
“Aku yakin semua ini pasti karena kegigihanmu nis,dan pertolongan dari Allah swt”
“Aku akan selalu bersamamu”
“Dari yang selalu menyayangimu”
“hendro”
Aku senang setelah membaca pesan dari hendro.Betapa bahagianya aku membaca kalimat kalimat yang dikirim hendro padaku.
Besok adalah hari pertama aku bekerja.Aku begitu sibuk dan senang,hari ini rencananya Hendro akan mengantarkanku ke kantor,aku senang ternyata Hendro perhatian juga padaku setelah selesai siaran dia cepat menjemputku di rumah.Suara hpku berbunyi Hendro mengirim sebuah pesan singkat kepadaku
“Nis,aku sudah ada di depan rumahmu.cepat turun .Nanti bisa-bisa kamu terlambat sampia di kantor”
Tanpa aku pikir panjang aku segera berlari keluar untuk menemui Hendro.
“Pagi nis!”
“Pagi”
“ayo cepat naik “
Aku segera naik ke motor yang sudah di naiki Hendro,aku senang selain hari ini aku akan bekerja aku juga senang karena hari ini aku bersama Hendro bisa jalan bersama.
Setibanya di depan kantor ku Hendro hanya berkata satu kata padaku
“semangat”
“makasih Hen”
Aku berjalan mencari ruang Direktur perusahan itu,satpam yang berada di depan mengatakan padaku kalau ruang direktur berada di lantai 3 di pojok sebelah kanan lift.Aku menaiki lift yang diisi beberapa orang ,di dalam lift aku berkenalan dengan salah satu pegawai di sana.
“Hai,kamu orang baru ya?”
“Iya,namaku Khairunisa panggil saja aku Nisa,aku baru saja di terima di perusahaan ini,sekarang aku sedang mencari ruangan Direktur.”
“Ooh..namaku Dewi aku sudah 2 tahun bekerja di sini,Pak Wisnu Direktur perusahaan ini,Pak Wisnu Direktur muda yang baik,Nis nanti aku antarkan kamu ke ruangan Direktur ya.”
“Makasih Mba.”
“Jangan panggil Mba ,panggil Dewi aja.”
“Makasih Wi.”
Lift berhenti di lantai 3 dan aku diantar Dewi untuk menemui Direktur perusahaan.
“Nis ini ruangan Direktur.Kamu masuk saja,aku mau kembali bekerja,kalau kamu membutuhkan aku di sana meja kerja ku(aku berdiri di depan pintu direktur yang tak jauh dari meja kerja Dewi)”
“Makasih Wi.”
Aku mengetuk pintu dengan perlahan,detak jantungku terasa begitu kencang.Kenapa denganku?.Aku merasa begitu takut,aku membayangkan kalau Direktur yang ada di dalam ruangan itu memiliki wajah yang menakutkan dan sangat menyeramkan,tiba tiba dari dalam rungan terdengar suara yang mempersilahkan aku masuk.Aku membuka pintu perlahan lahan rasa takut dalam diriku rasanya tak kunjung hilang aku membuka dan semakin terkejut ketika aku lihat orang yang berdiri di depanku itu adalah Wisnu!Wisnu mantan pacarku.
“Wisnu!”
“Nisa!”
“Jadi kamu Direktur perusahaan ini ya Nu?”
“Ya begitulah,aku tidak pernah menyangka bahwa yang akan menjadi sekertaris aku yang baru adalah mantan pacarku sendiri”
“Aku juga tidak pernah menyangka kalau kita bisa bertemu lagi”
“Ya sudah Nis sekarang meja kerja kamu di sini”
“Bukannya aku hanya di terima sebagai PR (public relation )di perusahaan kamu ini?”
“Ooh maaf kemarin surat panggilan kamu memang salah seharusnya kamu di terima di sini dengan posisi sebagai sekretaris aku.”
Pagi berganti sore,aku selesai bekerja hari ini,aku harus segera pulang aku harus menghubungi Hendro secepatnya untuk berbegi kebahagiaanku dengannya.Tapi Wisnu menghampiriku dan mengajakku makan malam untuk merayakan kedatanganku.
“Nis ,malam ini kita makan yu aku mau merayakan diterimanya kamu di perusahaanku,!bagaimana?”
“Terlalu berlebihan pak!”
“Jangan panggil Bapak ,aku kan tidak terlalu tua.”
“Tapi kamu ini atasan ku ,dan aku harus peofesional dong.”
“Tapi sekarang sudah bukan jam kantor lagi,jadi bagaimana?”
“Baiklah (aku tak sanggup menolak ajakan Wisnu ,aku bingung apa yang terjadi dalam perasaanku kini)
Kami makan malam di restoran yang tak jauh dari kantor,suasananya sangat romantis ,membuatku semakin bingung dengan perasaanku ini.
“Nis,apa pacar kamu ga akan marah?”
“Marah kenapa?”
“Kalau aku ngajak makan kamu?”
“Ya ga lah,kamu ini kan atasan aku,trus kamu ini kan teman lama aku.”
Setelah selesai makan Wisnu mengantarkanku pulang.
Hari ini kalender merah,berarti aku libur kerja ,aku harus apa ya ?tiba tiba terlintas wisnu dalam pikiranku ,kenapa Wisnu bukan Hendro yang aku pikirkan.Aku duduk di teras halaman belakang rumahku,hari ini aku memang tak ada aktifitas apapun,tiba tiba dari dalam Ayah menghampiriku.
“Kemarin malam Ayah lihat kamu diantarkan pulang dengan mobil oleh seorang laki laki,tapi Ayah lihat bukan Hendro ya?”
“Kemarin nisa diantar pulang Wisnu yah,direktur Nisa .”
“Wah Direktur!baru kenal bisa langsung akrab ya?”
“Nisa sudah kenal Wisnu dari SMA, Ayah .Sebelum Nisa mengenal Hendro,dulu Wisnu mantan pacar Nisa sekarang tanpa Nisa duga Wisnu jadi atasan Nisa.”
“Hendro tahu Nis?”
“Belum yah”
“Tapi kamu belum putuskan sama Hendro?”
“Ya belum lah Ayah ,Nisa juga bingung gimana caranya Nisa ngomong hal ini sama Hendro.”
“Nis sebenarnya ada sesuatu yang harus Ayah ceritakan sama kamu, Nis!”
“Tentang apa yah?cerita aja!”
“Tapi Ayah rasa belum waktunya kamu tahu ,Nanti kalau Ayah rasa kamu sudah siap untuk mendengar cerita Ayah ini pasti akan Ayah ceritakan.”
“Ya terserah Ayah saja,Nisa percaya sama Ayah.”
Aku terdiam memikirkan apa yang sebenarnya akan Ayah ceritakan padaku.Aku beriat untuk mengajak Hendro makan malam dan aku berencana untuk menceritakan semuanya pada Hendro.aku mengirim pesan singkat pada Hendro.
“Hen,malam ini aku mau mengajak kamu makan malam di tempat biasa.”
“Kamu jemput aku jam 7 malam”
“Aku tunggu”
“Nisa”
Aku tunggu balasan dari Hendro,tapi 1 jam aku tunggu balasannya tapi Hendro tak juga membalas pesan dariku,aku coba menghubungi Hendro tapi hpnya selalu tidak aktif,kenapa dengan Hendro?
Beberapa minggu ini aku sudah tidak lagi berhubungan dengan Hendro,aku bingung apa yang terjadi dengan Hendro?aku sekarang ini malah lebih dekat dengan Wisnu,aku bingung kenapa aku seperti merasakan perasaan yang lain pada Wisnu,apa aku mulai menyukai Wisnu?
Malam minggu ini adalah malam minggu yang ke3 setelah aku tak bisa menghubungi Hendro lagi.Malam ini Wisnu mengajakku pergi ke suatu tempat
.sekarang aku merasakan lagi perhatian seseorang setelah Hendro tak aku ketahui ada di mana.Ternyata aku di ajak ke sebuah bukit yang penuh bintang.Wisnu begitu tampan malam ini aku yakin aku menyukai wisnu untuk yang ke dua kalinya.Wisnu menyuruhku tidur di atas rumput yang hijau,aku dan wisnu hanya beratapkan langit yang penuh bintang.
“Nis,aku tidak mengerti dengan peasaan aku saat ini.aku bingung Nis.”
“Nu,tak ada suatu masalah yang tak ada jalan keluarnya.”
“Nis apakah kamu mau jadi kunci untuk membuka pintu kegelisahan dalam hatiku?”
Kalimat itu,kalimat itu pernah wisnu katakan padaku saat dulu dia mengatakan cintanya padaku,apa yang harus aku jawab,di sisi lain aku mulai menyukai Wisnu tapi Hendro,bagaimana dengan Hendro yang sudah beberapa minggu ini sulit aku hubungi.
“Nis ,aku tahu saat ini ada seseorang yang lebih berarti untuk kamu,tapi aku tahu seseorang itu kini tak ada lagi di sisi kamu kan,jadi aku berharap kamu mau mengembalikan keceriaan wajah manismu dengan menerima aku sebagai penawar racun mu Nis?”
“Nu,jujur dalam hatiku,kamu membuat warna baru dalam sisi hatiku,kamu torehkan sesuatu yang baru untuk aku,dan jujur aku memang butuh penawar racun itu.”
Kalimat yang aku katakana tadi menjadi isyarat kalau aku menerima wisnu menjadi pacarku.Aku sudah menghianati hubunganku yang sudah 5 tahun ini aku jaga dengan Hendro.
Aku terdiam memikirkan keputusan yang aku ambil kemarin malam,aku tak pernah bisa mengerti kenapa aku menerima Wisnu padahal aku masih menjadi pacar Hendro.
“Kenapa kamu Nis?”
“Ayah!”
“Ayah lihat kamu sedang ada masalah ya Nis?”
“ayah ,Nisa bingung sudah 3 minggu Hendro tidak bisa Nisa hubungi,Nisa sudah mencoba datang ke tempat kerjanya tapi teman temannya bilang Hendro mengundurkan diri dari pekerjaannya.”
“Nis kamu sudah tanya kenapa Hendro nmengundurkan diri?”
“Nisa sudah tanya ,tapi mereka bilang mereka tidak tahu kemana Hendro.”
“Nis Ayah mau tanya sama kamu sesuatu!”
“Apa Ayah?”
“Sebenarnya bagaimana perasaan kamu dengan Hendro?”
“Nisa bingung yah,kemarin Wisnu mengatakan perasaannya pada Nisa,Nisa tidak bisa membohongi perasaan Nisa,Nisa sayang Wisnu tapi Nisa merasa kalau Nisa masih sayang Hendro.”
“Nis ,kamu ingat Ayah pernah akan bercerita sesuatu pada kamu.”
“Iya.”
“Sebenarnya ada sesuatu rahasia yang Ayah simpan dari kamu Nis.”
“Apa Ayah ?Nisa mohon Ayah cerita ,Nisa siap untuk mendengar apapun yang Ayah ceritakan.”
“Ayah punya teman yang mengaku kalau dia kenal dengan Hendro,saat itu Ayah bercerita tentang kamu dan Hendro yang sudah 5 tahun berpacaran,terus teman Ayah mengatakan dia mengenal hendro.”
“Terus apa lagi yah?”
“Dia bilang beberapa tahun yang lalu dia mengenal Hendro dari perkumpulan orang gay,”
“Jadi maksud Ayah?”
“Teman Ayah itu seorang gay yang sudah sembuh,beberapa tahun lalu dia pernah berhubungan dekat dengan Hendro.Maafkan Ayah Nis ,Ayah tidak bermaksud apa apa.
Aku berlari ke kamar setelah mendengar cerita Ayah tadi,hati aku begitu terpukul dengan semua yang aku dengar tadi.Apa benar Hendro gay.Pantas saja setiap aku menyinggung tentang pernikahan Hendro selalu mengalihkan pembicaraannya.Aku merasa begitu bersalah pada Hendro seharusnya aku tahu semua ini dari dulu dan aku tak menghianati hubunganku dengan Hendro.Tapi kekecewaanku pada Hendro membuatku harus melupakan Hendro.Mungkin kepergian Hendro ada hubungannya dengan ini semua.Mungkin ini yang terbaik untuk aku dan Hendro,yang aku sesalkan rasa sayang aku pada Hendro yang teramat dalam dan hubungan yang sudah aku pertahankan hingga 5 tahun ini harus berakhir seperti ini.
6 bulan telah berlalu sepertinya aku semakin yakin dengan Wisnu,tapi terkadang Hendro sering ada dalam pikiranku.Walaupun aku sudah berusaha melupakan Hendro tapi kenangan aku dan Hendro selama 5 tahun tak kan mungkin cepat untuk hilang.
Aku mengisi hariku dengan bekerja seperti biasa .Kedekatan aku dan Wisnu membuat aku lupa dengan luka yang di torehkan Hendro padaku.Walaupun aku baru 6 bulan bersama Wisnu tapi Wisnu sering sekali menyinggung untuk melamarku.Memang bertolak belakang dengan sikap Hendro.
Besok malam keluargaku mengundang Wisnu makan bersama di rumahku.Aku juga heran kenapa Ayah tampak senang dengan hubunganku ini.
“Ayo makan Ibu sudah siapkan makanan ini untuk menyambut kamu Wisnu.”
“Terimakasih,jawab Wisnu.”
“Apa apan Ibu ini,sepertinya Ibu terlalu berlebihan.Aku menyela dengan sedikit malu”
“Tak ada yang berlebihan untuk calon menantu,Ayahku turut bicara.”
“Ayah,aku menyela”
“Kapan kamu akan melamar Nisa?Ayah bertanya pada Wisnu”
“Mungkin tidak lama lagi,Wisnu tertawa”
“Baguslah”, Ayah tampak senang dengan jawaban Wisnu”
Setelah makan malam itu aku memikirkan semua obrolan tadi,sepertinya Wisnu memang serius dengan perkataannya,aku bingung kalu memang Wisnu nanti melamarku,memang semuanya terbalik sekarang ,dulu saat aku ingin Hendro melamarku tapi Hendro tak juga melamar aku,sekarang Wisnu yang akan melamar tapi aku jadi merasa belum siap.Apa aku masih sayang kepada Hendro.Tidak boleh ,Hendro gay dan dia meninggalkan aku,aku harus lupakan dia.
Siang ini aku meminta izin untuk pulang lebih awal,aku pikir aku bisa berjalan jalan melepaskan semua beban yang aku rasakan.Aku berjalan menyusuri toko toko pakaian di salah satu Mall di Bandung.Aku senang berjalan jalan .Aku duduk di salah satu kursi yang ada di sisi eskalator,aku melihat ada seseorang berjalan dengan tongkat bersama seorang wanita tua,aku kaget melihat laki laki itu berjalan dengan satu kaki,dia mirip sekali dengan Hendro,apa benar itu Hendro?tapi dia cacat dan Hendro tidak cacat.Walaupun aku tidak terlalu jelas melihat wajah laki laki itu tapi kenapa aku merasa dia Hendro.
Hpku berbunyi,aku segera membuka .Hendro pasti Hendro,ternyata pesan singkat yang masuk ke hpku bukan dari Hendro.ternyata Wisnu yang mengirim pesan,aku buka pesan dari Wisnu.
“Nisa aku merasa dirimu miliku”
“Tapi mengapa aku tak pernah yakin”
“Kalau hatimu selalu untukku”
Aku bingung dengan kalimat yang dikirim Wisnu,apa Wisnu merasa kalau aku masih memikirkan Hendro.Aku tak mau Wisnu merasa seperti itu,aku membalas pesan itu dengan harapan Wisnu tak akan berpikiran seperti itu lagi.
“Ketika kamu mulai tak percaya padaku”
“Aku tahu kau mulai takut kehilanganku”
“Semua kecurigaanmu tanpa alasan”
“Aku selalu akan menyimpan hatiku untukmu”
Kalimat itu sepertinya membuat Wisnu percaya padaku,beberapa menit wisnu membalas pesanku.
“Kalau memang begitu”
“Sudikah kalau aku mengajak bertemu”
Aku membalas pesannya walaupun aku tak begitu yakin dengan hubungan ini.
“baiklah”
Malam ini adalah malam dimana Wisnu mengajaku untuk pergi ke suatu tempat.Ternyata wisnu mengajakku ke bukit itu,bukit di mana Wisnu menyatakan perasaannya padaku.Apa yang sebenarnya Wisnu rencanakan.
“Nis,kamu masih ingat tempat ini?”
“Sepertinya iya”
“Apa yang kamu ingat dari tempat ini Nis?”
“Seorang pria yang bodoh yang menawarkan dirinya sebagai penawar racun.”
“Eehm…memangnya menurutmu aku bodoh ya?”
“Aku merasa kamu bodoh ,karena kamu terus menghancurkan dinding cinta aku pada Hendro….ehm ….maksud aku….”
“Tak apa apa Nis,aku mengerti.Aku datang di saat yang tidak tepat.”
“Nu,tapi sekarang kamu satu satunya hatiku.”
Wisnu menyuruhku tidur di atas rumput seperti ketika dia menyatakan perasaannya padaku.
“Apa lagi Wisnu?”
“Hari ini aku ingin meminta sesuatu,aku merasa kamu yang terbaik untuk aku.Sekarang aku tanya sama kamu,mau tidak kamu menjadi teman sejati dalam hidupku.Kalau kamu mau kamu harus pasang cincin ini di tangan kiri kamu tapi kalau kamu menolak pasang cincin ini di jari kanan kamu Nis.”
Aku bingung akhirnya Wisnu melamarku,apa yang aku impikan akhirnya datang juga.Dilamar seorang pria.Tapi kenapa bukan Hendro yang melamarku.Aku diam beberapa saat dengan cincin bermata hati yang indah sekali.
“Kenapa Nis?”
“Tidak ada apa apa”
Aku tak tega kalau harus menyakiti Wisnu,tapi aku tak mau menghancurkan perasaan Hendro kalau seandainya dia pergi bukan karena dia gay.
“Nis kamu?”
“Ya aku memakai cincin di tangan kiri.”
Hari itu aku menerima lamaran Wisnu,aku tidak tahu apa keputusan aku itu benar.
Jam makan siang aku pergi ke kantin sendirin ,Wisnu memang sibuk sekali belakangan ini.Wisnu harus menyelesikan proyek besar.Di kantin aku bertemu Dewi ,aku dan Dewi makan siang bersama siang itu.
“Apa kabar Nis ?sudah lama juga ya kita tidak ngobrol lagi”
“Iya juga Wi,kamu apa kabar?”
“Aku baik Nis,hubungan kamu sama Pak Wisnu baik baik aja kan?”
“Alhamdulilah Wi,sebentar lagi aku sama Wisnu mau tunangan.”
“Hebat kamu Nis bisa tunangan sama Pak Wisnu.”
Ayahku mengundang wisnu untuk makan malam untuk membicarakan rencana pertunangan aku dan Wisnu yang akan di gelar tepat dengan hari ulang tahun aku.Berarti 2 minggu lagi aku bertunangan dengan Wisnu.Aku tidak tahu kenapa aku merasa belum yakin dengan rencana ini.
“Nis,2 minggu lagi kamu tunangan sama Wisnu.”
“Ayah,yah Nisa bingung kenapa Nisa merasa tidak yakin dengan rencana ini.”
“Apa kamu masih memikirkan Hendro Nis?”
“Ayah!Nisa..Nisa…”
“Jujurlah Nis,Ayah akan membantu kamu kalau kamu memang masih sayang sama Hendro”
“Nisa tidak mengerti yah,Nisa sayang sama Wisnu tapi jauh di dalam hati Nisa masih ada Hendro.”
“Nis,maafkan Ayah.”
“Maksud Ayah ini apa?”
“Sebenarnya Ayah bohong tentang Hendro.”
“Yah!Nisa tidak mengerti apa maksud Ayah.”
“Sebenarya Ayah tahu penyebab Hendro meninggalkan kamu Nis.”
“Gay?,iya kan Hendro gay?”
“Bukan Nis ,sebenarnya penyebab dia meninggalkan kamu bukan itu Nis.Hendro menyuruh ayah berbohong pada kamu Nis.”
“Yah ,apa yang sebenarnya terjadi?”
“Hendro melihat kedekatan kamu dan Wisnu,sebenarnya hari itu dia berniat menemui kamu untuk melamar kamu Nis,tapi di perjalanan Hendro mengalami kecelakaan dan kakinya harus di amputasi karena kecelakaan itu.Orang tua hendro mengabari Ayah,sewaktu Ayah akan menghubungi kamu hp kamu tidak aktif,Ayah datang ke rumah sakit melihat keadaan Hendro,di sana Hendro menyuruh Ayah untuk berbohong padamu,dia merasa di tidak pantas menjadi suamimu dengan keadaannya sekarang ini.Hendro yakin wisnu akan lebih baik dari dia.akhirnya Hendro pindah ke Jakarta untuk menghindar dari kamu Nis.”
“Jadi,ayah bohong sama Nisa?”
“Maafkan ayah Nis!”
“Aku mohon Ayah mau memberitahu Nisa alamat Hendro di Jakarta!”
“Tapi Nis,”
“Ayah Nisa mohon”
“Ya sudah”
Keesokan paginya aku memutuskan untuk pergi ke Jakarta untuk menemui Hendro.Aku merasa terlalu jahat untuk aku meninggalkan Hendro,disaat Hendro membutuhkan seseorang untuk berbagi.Jam tanganku sudah menunjukan jam 10.15 aku sudah sampai di Jakarta dengan menggunakan kereta api.Aku mencari alamat Hendro.Akhirnya aku menemukan rumah Hendro.Aku terkejut melihat Hendro duduk di atas kursi roda sambil memainkan lagu kesukaanku.Aku menghampiri Hendro.Sepertinya Hendro terkejut melihatku.
“Hai.”
“Nisa”
Hendro”
“Mau apa kamu ke sini nis?”
“Aku tahu semuanya Hen,kamu bodoh ,kamu sangat bodoh.”
“Pergi dari sini!”
“Hen,kamu harus tahu kalau aku tidak pernah mempermasalahkan keadaan fisik kamu”
“Tapi ini terlambat Nis,kamu sudah bersama Wisnu,aku tahu semua tentang kamu dari Ayahmu Nis.”
“Kenapa kamu pergi Hen,kamu tidak sayang sama aku?”
“Aku pergi karena aku tidak mau kamu menangis dengan keadaan aku sekarang ini,aku cacat aku tidak pantas dengan kamu.”
“Hen ,kamu bodoh,aku sayang sama kamu walaupun keadaan kamu seperti ini.”
“Nis,sebentar lagi kamu bertunangan dengan Wisnu,aku tidak mau menghancurkan semua kebahagiaan Wisnu dan kamu, Nis.”
“Baiklah demi kamu aku akan kembali ke Bandung dan bertunangan dengan Wisnu,puas Hen?.”
“Nis ,aku cinta sama kamu tapi keadaan ini harus menjadikan cinta kita tak harus memiliki raga,cinta kita akan selalu abadi walau raga tak saling memiliki.”
Aku kembali ke Bandung dengan sejuta kekecewaan dalam hati,beberapa hari lagi aku bertunangan dengan Wisnu,tapi bayangan Hendro tak kunjung hilang dari hati.Aku harus bertunangan dengan Wisnu.Wisnu laki laki yang baik tak mungkin aku harus tega menghancurkan hatinya hanya karena keegoisanku semata.Walaupun aku sangat mencintai Hendro,tapi pertemuan terakhir itu menyadarkanku bahwa cinta tak harus memiliki tapi cinta itu akan abadi.Aku berharap dengan pertunangan ini aku bisa membuang perasaan ini pada Hendro.
Aku merasa tak bersemangat menjalani rutinitas hari ini.di kantorpun aku lebih banyak diam,padahal Wisnu selalu mengajak aku untuk membicarakan rencana pertunangan kita.
“Nis,kenapa kamu suntuk sekali?”
“Tidak apa apa nu,aku baik baik saja”
“Kamu tidak sakit kan?”
“Tidak”
“Pertunangan kita kan tinggal 2 hari lagi tapi kenapa kamu tidak semangat ,Nis?”
“Maaf,tapi aku memang kecapean saja belakangan ini .”
“Kalau begitu kamu pulang saja Nis”
“Terimakasih.”
“Aku antar kamu pulang ya?”
“Tidak usah,aku bisa pulang sendiri.”
2 hari lagi aku bertunangan tapi kenapa aku belum bisa melupakan Hendro.Aku merasa terlalu besar pengorbanan Hendro untuk aku.Tapi kenapa Hendro membiarkan aku bertunangan dengan Wisnu?.
Akhirnya hari pertunanganku dengan Wisnu pun tiba.Sepertinya kau sudah lebih berbesar hati untuk menjalani semuanya ini.Wisnu malam ini tampak tampan dengan kemeja merah berdasi hitam dengan jas hitam.Aku dengan gaun merah memang terlihat serasi dengan Wisnu.Acara ini hanya dihadiri orang orang dekatku saja.Beberapa rekan kerja aku dan Wisnu tampak hadir .Aku merasa ini akan jadi titik di mana aku dan Wisnu akan serius menuju pernikahan
“Nis,aku bahagia sekali bisa bertunangan dengan kamu”
“Aku juga”
“Nis,kamu tidak merasa terpaksa kan bertunangan dengan aku?”
“Kenapa kamu bertanya seperti itu?”
“Jawab saja nis!”
“Tidak ada alasan untuk aku merasa terpaksa bertunangan dengan kamu.”
“Terimakasih Nis”
Ketika semua orang sedang dalam suasana pesta tiba tiba adiku memberika sebuah surat padaku.
“Aku tahu hari ini begitu spesial untukmu”
“5 tahun bersama mu mengukir berjuta kenangan”
“Aku melepasmu bersamanya”
“Bukan berarti aku tak pernah cinta”
“Tangis berjuta kebahagiaan”
“Melihatmu bersanding bukan denganku”
“Aku sadar hidup adalah pilihan”
“Bukan aku tak mau hidup bersama”
“Tapi aku takut tak mampu “
“Sekarang aku pergi tinggalkan hatimu”
“Memberi kesan termanis untuk terakhir kali”
“Dari orang yang selalu menyayangimu”
“Hendro”
Aku menangis membac surat dari Hendro.Mungkin Wisnu curiga mengapa aku menangis ,Wisnu menghampiri aku menanyakan apa yang terjadi padaku.
“Kenapa Nis?”
“Wisnu!aku tidak apa apa”
“Pergilah!”
“Wisnu!”
“Pergilah!jemput apa yang sebenarnya ada di hatimu.Jemput seseorang yang dulu ada di hatimu.Jemput dia Nis,dia pasti menunggu kamu. Cepat!”
“Terimakasih,kamu bisa ngerti aku.”
“cepat!”
Aku pergi meninggalkan pesta pertunangan itu dengan air mata yang aku tak tahu kebahagiaan atau ini kesedihan.Aku pergi menemui hendro di kafe tempat aku dan Hendro pergi.Aku tak tahu kenapa aku merasa yakin Hendro menunggu aku di sana.
Setibanya aku di kafe itu aku melihat seorang pria dengan tongkat berdiri di depan jendela,jelas itu Hendro.aku berlari untuk memeluk Hendro.
“Hendro Gusti Pratama”
“Nisa!”
“Aku mohon kamu jangan pergi lagi Hen!”
“Nis,kamu akhirnya datang,aku yakin Nis,kamu pasti datang.”
“Aku pasti datang”
“Nis,maukah kamu menjadi istriku?”
“Dengan senang hati”
Aku tak pernah membayangkan kalimat itu akhirnya keluar dari mulut Hendro.Kalimat yang sudah aku tunggu lama.Akhirnya aku dan Hendro memutuskan untuk menikah tepat di tanggal kami jadian 31 oktober ,2 bulan kami kembali merasakan apa yang sudah lama tak pernah terasa.Hendro tetap seperti dulu.Aku memutuskan untuk mengundurkan diri dari perusahaan Wisnu.Aku tidak mau terjadi hal yang aku tak mau.
Acara pernikahan aku dan Hendro akan diadakan 1 minggu lagi.Aku dan Hendro sibuk menyiapkan semua keperluan pernikahan.mulai dari menyiapkan pakaian pengantin,sampai aku dan Hendro mencari emas kawin berdua.Aku merasa bahagia bisa menjadi Ny.Hendro.Akhirnya hubunganku dan Hendro yang penuh dengan cobaan bisa juga kami selesaikan.
Ketika aku dan Hendro sedang mencoba pakaian pengantin tiba tiba Hendro jatuh pingsan.Aku panik apa lagi yang terjadi dengan Hendro.Kedua tongkat yang menyangga tubuhnya tumbang seakan tak mampu menahan badan Hendro.Aku berteriak meminta tolong .Aku bingung karena hari itu aku hanya berdua dengan Hendro.Semua orang yang ada di sana berlari menghampiri tubuh Hendro yang tampak tak berdaya.Hendro dilarikan ke rumah sakit yang berada di daerah terdekat dengan butik dimana aku dan Hendro memesan pakaian pengantin.
Tubuh Hendro dibawa ke ruangan UGD aku merasa takut kehilangan Hendro.Ketika Dokter keluar dari ruangan setelah memeriksa Hendro aku secepat mungkin menghampiri dan menanyakan kadaan Hendro .
“Dok,bagaimana keadaan Hendro?”
“Tenanglah ,Hendro baik baik saja,dia jatuh pingsan karena terlalu kecapean saja.”
“Apa tidak ada apa apa lagi Dok?”
“Tenanglah,Hendro hanya butuh banyak istirahat saja.”
“Apa saya sudah boleh menemui Hendro?.”
“Sebiknya nanti saja,sekarang Hendro mungkin lebih membutuhkan istirahat.saya tinggal dulu.”
“Terimakasih Dok”
Aku hanya bisa menunggu di luar ruangan bernomor 31 itu.Angka itu selalu muncul dalam hidupku aku bingung kenapa angka itu selalu mengisi kehidupanku.Seminggu lagi acara pernikahan aku dan Hendro,aku pikir semua masalah dalam hidupku sudah berakhir.Tanggal 31 dipilih sebagai tanggal pernikahanku.Aku dan Hendro memilih tanggal itu karena aku merasa tanggal dimana Hendro menyatakan perasaannya padaku itu teramat spesial untuk kami kenang selamanya.Aku takut Hendro akan lama terbaring di rumah sakit.Ketika aku sedang duduk di kursi yang berada di depan ruangan tiba tiba seorang suster menyuruh aku masuk menemui Hendro.
“Nis…….”
“Hen,kamu kenapa?”
“Aku tidak apa apa,tadi Dokter bilang kan kalau aku hanya kecapean saja.”
“Benar kamu tidak menyembunyikan apa apa dari aku?”
“Kamu mulai tidak percaya?”
“Aku percaya”
Hendro meminta untuk cepat keluar dari rumah sakit,walaupun sebenarnya Dokter belum mengijinkan hendro untuk keluar dari rumah sakit.Aku sedikit lega ternyata tidak ada apa apa dengan hendro.Aku khawatir dengan keadaan Hendro,apalagi setelah kecelakaan yang dialami Hendro.Kecelakaan yang merampas satu kaki Hendro itu memang tak mungkin bisa cepat di lupakan.Aku dan Hendro kembali ke kostan Hendro,untuk beberapa hari ini aku rutin mengurusi semua keperluan Hendro.
Hari ini adalah hari rabu jadi 3 hari lagi acara pernikahan aku dan Hendro akan dilaksanakan.aku dan Hendro sibuk mengirim semua undangan undangan.
“Hen,aku mengundang Wisnu.”
“Terus?”
“Ehm…maksud aku kamu tidak marah kan kalau aku mengundang Wisnu di acara pernikahan kita?’
“Untuk apa aku marah,walaupun Wisnu pernah jadi seseorang yang berarti dalam hidupmu tapi aku yakin sekarang hanya ada aku di hati kamu kan Nis?”
“Iiih kamu ini gr !memangnya kamu yakin kalau di hati aku cuma ada kamu?”
“Memangnya ada siapa selain aku?”
“Di dalam hati aku hany ada nama Henro Gusti Pratama.”
“Nis,aku sayang sama kamu.Aku benar benar tidak mau kehilangan kamu.”
“Aku juga”
Kata kata itu meyakinkan aku akan apa yang aku pilih.Aku yakin aku akan hidup bersama Hendro untuk selamanya.Hanya maut yang bisa memisahkan cinta aku pada Hendro.
2 hari lagi acara pernikahan aku dan Hendro.Aku semakin tak sabar menanti semuanya akan terjadi dalam hidupku dan Hendro.Hari ini aku pergi menemui Hendro di kostannya.Aku ingin melihat keadaannya setelah keluar dari rumah sakit.Aku tidak mau kalau Hendro nanti tidak bisa melangsungkan pernikahan bersama ku.Hari ini aku memang akan membawa kejutan kecil untuk hendro.Beberapa hari yang lalu aku membeli sebuah cd musik kesukaan Hendro.Musik r&b adalah musik yang paling disukai Hendro.Aku yakin tanpa aku bungkus pun Hendro pasti akan senang menerima hadiah dari ku.
“Mau kemana Nis?”
“Ibu!ehm…Nisa mau pergi ke tempat kost Hendro.”
“Ooo…Nis Ibu sampai lupa,apa Hendro sudah baikan belum Nis?”
“Kemarin sih sudah baik Ibu,tapi Nisa juga belum tahu lagi keadaan Hendro sekarang.”
“Ya sudah,sampaikan salam dari Ibu ya Nis!”
“Ya bu,Nisa pergi dulu ya!assalamualaikum”
“Walaikum salam.”
Didalam bis aku bertemu dengan Dewi.Aku begitu terkejut dengan penampilan Dewi yang baru,Dewi mengenakan jilbab dan aku juga sedikit terkejut melihat Dewi yang sedang duduk bersama seorang laki laki.Aku menghampiri Dewi untuk menegurnya.
“Wi!”
“Nisa!”
“Mau kemana Wi?”
“Aku mau pergi mencari pakaian untuk pernikahan aku.”
“Wah,kenapa kamu tidak cerita padaku Wi?”
“Kamu juga,kenapa kamu keluar dari perusahaan tiba tiba Nis?”
“Maaf ya Wi,waktu itu aku banyak masalah jadi aku tidak begitu bisa memikirkan hal lain.”
“ya sudahlah Nis,kenalkan ini calon suami aku.”
“Bayu”
“Nisa,wah penampilan kamu lebih cantik ya dengan jilbab itu!”
“Terimakasih,memang beberapa minggu yang lalu aku memutuskan untuk mengenakan jilbab ini.
“Ooooo…. Begitu ya!”
“Nanti datang yak ke acara pernikahanku Nis,nih kebetulan aku membawa undangannya.”
“Terimakasih Wi.Apa undangan dariku sudah sampai Wi?”
“Ooo iya ,sudah Nis,jadi bukan Pak Wisnu?”
“Bukan”
“Duh Nis aku harus turun disini”
“Oooo….”
“Aku duluan ya!”
“Ya”
“Assalamualaikum”
“Walaikum salam”
Aku begitu merasa terketuk untuk melakukan hal yang sama dengan Dewi.Mengenakan jilbab?hal itu memang dari dulu sering hadir dalam pikiranku,tapi aku merasa belum siap saja dengan perubahan itu.Bis berhenti di terminal terakhir.Aku turun dari bis dan melanjutkan dengan menaiki angkot untuk sampai ke kostan Hendro.
Setiba di kostan Hendro,aku melihat kostan itu tampak begitu sepi.Aku ketuk pintu berulang ulang tapi tak ada jawaban dari dalam.Aku coba buka pintu.Ternyata memang benar dugaanku Hendro pasti lupa mengunci pintu.Aku memang tidak menghubungi Hendro terlebih dahulu.Jadi pantas saja kalu Hendro tidak ada di kostannya.Aku memutuskan untuk menunggu di dalam.Hendro terlampau jorok.Mungkin karena dia sedang sakit.Kamar kostnya terlihat berantakan sekali,buku,pakaian,semua barang berserakan di lantai.Dari pada aku tidak ada pekerjaan lebih baik aku membereskan kamar kost Hendro.Aku membenahi semua buku buku yang berserakan di lantai.Ketika aku sedang membereskan aku melihat selembar kertas putih,perlahan aku mencoba untuk membacanya,aku seperti tersambar petir di siang bolong ketika aku membaca kalau Hendro mengidap kanker otak,kenapa?seharusnya aku yang datang untuk memberi kejuta tapi tulisan di kertas itu lebih mengejutkanku.Aku berpura pura tak ada apa apa saat Hendro pulang dan melihatku ada di dalam kamar kostnya.
“Sudah lama Nis?”
“Wah kamarku jadi rapi begini Nis”
“Kamu memang calon Istri aku”
“Kenapa Nis?”
Aku hanya bisa diam menahan air mata yang sepertinya akan turun dari kedua mataku ini.
“Kamu dari mana Hen?”
“Aku tadi nyari kerja Nis”
“Kamu tidak bohong kan?”
“Nisa,kapan aku berani bohong?”
“Jadi kamu merasa tidak pernah membohongi aku?”
“Ya”
“Terus apa maksud surat ini?”
“Kamu sudah tahu Nis?”
“Maaf kalau aku lancang membaca isi surat ini,tapi dengan kelancangan aku ini,aku bisa membongkar kebohongan kamu.Kenapa kamu menutupi ini semua dari aku?”
“Nis ,maafkan aku.aku merasa aku begitu tak pantas untukmu.Setelah kecelakaan itu aku sudah merasa tidak pantas untuk menjadi suamimu.Aatu kakiku harus aku relakan di amputasi.”
“Tapi kamu lihat sekarang Hen,aku masih menerima kamu apa adanyakan.”
“Aku tahu Nis,tapi apa aku harus jujur kalau umurku tidak akan lama lagi Nis?apa setelah kamu tahu semuanya kamu masih mau menikah denganku Nis?”
“Jadi kamu mengira kalau aku hanya mencintai seseorang dari keadaanya saja?aku sayang kamu dengan tulus Hen,aku tidak pernah peduli dengan apapun yang terjadi.”
Aku berlari meninggalkan Hendro.Aku menangis semua masalah ini membuatku merasa tak sanggup lagi.Aku berlari dan terus berlari.Teriakan Hendro terus memanggilku ,tapi aku tak sanggup membalikan tubuhku melihat Hendro.Aku pikir walaupun kini Hendro hanya memiliki satu kaki saja,tapi aku pikir aku dan Hendro akan hidup selamanya.Tapi kenapa?penyakit itu membuat aku ragu akan hidup selamanya bersama Hendro.
Hpku berbunyi,ternyata ada sebuah pesan dari Hendro aku membuka pesan itu dengan sedikit penasaran.
“Kamu adalah bidadariku”
“Hanya bersamamu aku bisa bahagia”
“Aku takut aku tak akan bisa bertemu kembali”
“Tapi percayalah cintaku ini abadi”
“Nis,walaupun kita tak akan pernah bersatu”
“Tapi aku yakin kita akan bertemu di surga”
“Dari yang merindukanmu”
“Hendro Gusti Pratama”
Kenapa Hendro mengirimkan pesan itu padaku?apa maksud semua kalimat itu?.Padahal tepat besok hari pernikahan aku dan Hendro diadakan.Aku merasa ada sesuatu yang terjadi dengan Hendro.Tapi aku harus menjalani tradisi pingit sebelum aku menikah,jadi selama seharian ini aku tidak boleh keluar rumah.Aku hanya diam di dalam rumah dan melakukan semua adat adapt jawa sesuai dengan kebiasaan keluargaku.
Aku terkejut melihat di depan kamarku ada sebuah kotak hadiah berpita pink.
“Apa ini?”
Aku bingung melihat kotak yang cukup besar itu.Aku penasaran dan membuka sepucuk surat yang tepat di taruh di atas kotak itu.
“Selamat menempuh kehidupanmu yang baru”
“Aku hanya bisa mengatakan itu”
“Aku rela bila kau lebih memilih bersama dia”
“Namun semua kenangan manis bersamamu tak akan aku lupakan selamanya”
“Wisnu”
Apa maksud dari beberap hari ini,aku bingung kenapa Wisnu mengirimkan tulisan seperti itu padaku?.Apa dia masih memiliki perasaan padaku?apa aku telah bersalah meninggalkan Wisnu dan kembali pada Hendro?.Aku tidak boleh seperti ini.aku harus yakin kalau Hendro adalah pria terakhir dalam hidupku.
Acara pernikahan yang telah lama aku tunggu akhirnya datang juga.Hendro datang bersama keluarga besarnya.Hendro terlihat begitu gagah mengenakan jas berwarna putih,ia bagaikan pangeran yang hendak melamar sang putri,walaupun Hendro hanya berjalan dengan satu kaki.Semua upacara penyambutan calon pengantin telah dilakukuan.Kini saatnya acara ijab kabul. Aku begitu merasa tak menentu.Penghulu yang akan menikahkan kami sudah mulai membimbing Hendro untuk mengucapkan ijab kabul.Baru beberapa kalimat saja keluar dari mulut Hendro,tiba tiba Hendro jatuh pingsan.Semua orang panik.apa lagi yang terjadi denganku ini?.Ini adalah hari pernikahan ku tapi kenapa masih saja ada masalah yang datang menghampiri aku?.Kami semua melarikan Hendro ke rumah sakit.Di dalam mobil aku terus menangis.Hendro tertidur tepat dipangkuanku.aku terus membelai dan menangis.
“Hen,bangun kamu jangan meninggalkan aku dengan cara begini.”
“sudah Nis,jangan terlalu bersedih hendro pasti sembuh(Ibu mulai memberi dukungan untuk aku)”
“Hen ,kita kan mau menikah,jadi kamu harus kuat!”
Tiba tiba Hendro membukakan matanya dan berbicara padaku walaupun terbata bata.
“Nis.”
“Hendro”
“Nis,aku minta kamu jangan menangis”
“Hen,jangan tinggalkan aku!”
“Nis,kamu tahu kan umurku memang tak kan lama lagi.”
“Jangan ucapkan itu lagi.”
“Kankerku sudah terlalu kronis,aku tak kuat lagi Nis”
“Bertahan demi aku,Hen.Aku mohon!”
“Nis,ini sudah jalannya.Nis,boleh aku meminta sesuatu padamu?”
“Apa,apa?aku pasti akan menuruti apapun permintaan kamu”
“Aku tahu perasaan kamu Nis,aku tahu kamu mencintai Wisnu kan?”
“Kamu ngomong apa ?”
“Sssttt…..Nis,sebelum aku berangkat ke rumahmu tadi,aku menelepon Wisnu.Dia sayang sama kamu.Nis satu permintaan aku,seandainya aku pergi,aku tidak mau melihat ada setetespun air mata keluar dari mata indahmu.”
“Hen,kamu kuat!”
“Nisa,tadi aku menyimpan sesuatu di dekat meja tulis di kamarmu.”
“Apa?”
“Nanti saja kamu lihat sendiri”
“Baik”
“Nis aku sudah tidak kuat lagi,nis,kembalilah bersama Wisnu.”
Setelah kalimat itu kelur dari mulut Hendro,kedua mata hendro tertutup.Apa?Hendro meninggal.Apa itu kalimat terakhir yang Hendro keluarkan.Apa maksud pesan terakhirnya itu?
“Hendro ……..jangan tinggalkaan aku”
“Nis ,sabar hendro sudah pergi dengan tenang”
“Innalilahi wainalilahi rojiun”
Setelah satu hari kepergian Hendro aku masih terlalu trauma.Aku merasa begitu kehilangan orang yang sudah 5 tahun selalu bersama aku.Aku teringat kata kata terakhir Hendro,aku mencari apa yang ia simpan di meja tulisku.Aku menemukan sebuah kotak berwarna hijau.Aku membuka kotak itu dengan berlinang air mata.
“Jilbab?”
Apa maksud Hendro memberi aku sebuah jilbab berwarna putih itu.Aku lihat didalam kotak itu ada sebuah kertas kecil,aku baca isi dari kertas itu.
“Nis,mungkin ketika kamu baca ini aku sudah tenang di alam sana”
“Terima kasih untuk semuanya”
“Kau mengisi hatiku dengan warna warna”
“Nis,aku ingin melihatmu mengenakan jilbab ini”
“Pasti begitu cantiknya dirimu”
“Maafkan aku tak bisa selalu berada di sisimu”
“Tapi yakinlah,aku kan menjagamu di dalam hatimu ,nis”
“Yang selalu mencintaimu”
“Hendro”
Aku berlari dari rumah,aku putuskan untuk pergi ke bukit hijau itu.Aku ingin melihat bintang malam ini.Aku ingin menumpahkan semua kesedihanku hari ini.Aku ingin kuat,aku ingin selalu bersemangat seperti apa yang selalu dikatakan Hendro.Aku tertidur beralakan rumput rumput hijau yang indah.Aku melihat langit malam ini gelap sekali ,tak ada satu bintang pun yang bercahaya malam ini,kenapa?apa mereka ikut sedih?.
“Kenapa bintang?”
“Kenapa kau tak memberi sinarmu?”
“Kenapa kau biarkan aku sendiri?”
Tiba tiba ada sebuah suara yang mengagetkanku.
“Tidak,kamu tidak sendiri”
Aku membalikan badanku,melihat siapa orang yang berkata itu.
“Wisnu!”
“Nis kamu tidak sendiri”
“Aku sendiri sekarang ini”
“Lihatlah ke langit,ada sebuah bintang yang bersinar .”
“Ya,ada nu.kenapa hanya satu saja?”
“Bintang itu adalah Hendro”
“Terimakasih untuk semuanya Wisnu”
“Aku akan selalu menjagamu Nis.Aku berjanji aku akan menjagamu seperti Hendro selalu menjagamu”.
Aku baru sadar tanggal 31 Oktober itu adalah tanggal dimana aku dan Hendro memulai suatu hubungan dan tanggal itu juga yang memisahkan aku dan Hendro.Aku dan Wisnu melihat langit yang asalnya hanya memiliki satu bintang tiba tiba langit malam ini bertaburan bintang yang indah.Aku yakin Hendro akan bahagia di sana.Aku tidak boleh terus larut dalam kesedihan.Aku harus membuka lembaran baru yang lebih baik.Aku akhirnya memutuskan untuk memulai kehidupanku dengan menggunakan jilbab.Pesan terakhir Hendro membuatku sadar dengan kewajibanku sebagai seorang muslim.THE END
Sinopsis
Ini adalah cerita seorang wanita yang bernama khairunisa al syaharani.Perjalanan cintanya yang berliku bersama Hendro selama 5 tahun tidak membawa Nisa ke dalam sebuah kepastian.Apa yang selalu di dambakan semua wanita di usia matang ,tak pernah di dapatkan Nisa.Hendro tak pernah sedikitpun menyinggung soal pernikahan selama 5 tahun menjalin hubungan bersama Nisa.Hingga akhirnya Hendro menghilang meninggalkan Nisa.Semua orang mengira Hendro meninggalkan Nisa karena dia adalah seorang gay.Kesendirian Nisa membawanya pada cinta segi tiga.Kehadiran Wisnu,mantan pacar Nisa membuat Nisa merasakan kembali cinta yang sudah beberapa lama tak ia dapatkan dari Hendro.Kedekatan mereka selama 6 bulan membuat Nisa dan Wisnu memutuskan untuk bertunangan.Beberpa hari sebelum mereka bertunangan ternyata terungkap hal yang sebenarnya tentang kepergian Hendro meninggalkan Nisa.Kecelakaan yang merampas satu kaki Hendro membuat dia merasa tak pentas bersanding dengan Nisa.Saat acara pertunangan tanpa disangka Wisnu membiarkan Nisa untuk memilih orang yang sebenarnya nisa cinta.Akhirnya Nisa memilih untuk pergi mencari Hhendro.Nisa dan Hendro dapat kembali dipersatukan ,namun penyakit kanker yang Hendro sembunyikan akhirnya diketahui Nisa.Rencana pernikahan yang akan dilaksanakan tepat tangga 31oktober sesuai dengan tanggal dimana Hendro menyatakan perasaan pada nisa 5 tahun yang lalu.Tanggal itu akhirnya menjadi akhir dari kisah cinta mereaka.Hendro meninggal akibat penyakit kanker otak yang telah terlalu parah.Pesan terakhir Hendro adalah menyuruh nisa untuk kembali bersama Wisnu.Hendro memberi sebuah hadiah yang membuat nisa berubah.Sebuah jilbab putih menjadikan nisa teguh untuk mengenakan jilbab.Nisa melewati semua masalah cintanya setelah kepergian Hendro bersama Wisnu.
penulis:resti yustiani
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar